MODEL ATOM BOHR
Kelompok 7
Ifa Soraya Salsalbila 19630028
Finka Indah Endiartin 19630032
Imamatus Shaleha 19630105
Nanda Ayu Fajriah 210603110072
Widya Dhana Juniar Sutanti 210603110081
MODEL
ATOM BOHR
Pada
tahun 1913, Ernest Rutherford mempunyai murid yang bernama Niels Hendrick David
Bohr, fisikawan berkebangsaan Denmark, Niels Bohr ini mengembangkan teori
Rutherford mengenai struktur dan sifat-sifat atom. Teori atom Bohr ini pada
prinsipnya menggabungkan teori kuantum Planck dan teori atom Ernest Rutherford.
Yang mana Niels Bohr ini berusaha memperbaki kegagalan Rutherford melalui
percobaannya tentang spektrum atom hidrogen dengan menjelaskan kestabilan atom
dan spektrum garis atom hidrogen. Bohr mengemukakan bahwa apabila elektron
dalam orbit atom menyerap suatu kuantum energi, elektron akan meloncat keluar
menuju orbit yang lebih tinggi dan sebaliknya.
Model atom Bohr yang didasarkan dengan
model atom Rutherford, tetapi dapat menjelaskan kestabilan atom tersebut. Model
atom ini didasarkan atas beberapa postulat, sebagai berikut :
1. Elektron
pada atom hidrogen mengelilingi inti pada lintasan stasioner dengan tingkat
energi tertentu tanpa disertai pemancaran atau penyerapan energi.
2. Energi
elektron pada waktu mengorbit inti atom berbanding lurus dengan jarak elektron
dari inti atom.
3. Hanya
orbit-orbit dengan energi tertentu yang terdapat dalam atom atau energi
elektron terkuantisasi.
4. Orbit
yang dibolehkan adalah orbit yang memiliki momentum sudut (angular momentum )
dengan harga kelipatan bilangan bulat dari ketetapan plank dibagi dengan 2π.
Postulat ini merupakan dasar untuk tidak dibolehkannya elektron mengorbit inti
atom dengan orbit spiral yang menyebabkan atom jatuh ke dalam inti.
5. Cahaya
diserap ketika elektron pindah dari suatu orbit ke orbit dengan tingkat energi
lebih tinggi dan sebaliknya.
6. Besarnya
energi cahaya yang diserap atau dipancarkan ketika elektron berpindah adalah
sama dengan perbedaan tingkat energi dari dua orbital tersebut.
Neils
Bohr, dalam teorinya mengemukakan bahwa elektron-elektron hanya menempati
orbit-orbit tertentu disekitar inti atom, yang mana masing-masing terkait
sejumlah energi berkelipatan atau terkuantisasi dari suatu nilai kuantum dasar.
Menurut Bohr:
“Ada aturan dalam fisika kuantum yang hanya
mengizinkan sejumlah elektron dalam setiap orbital. Orbital yang paling dekat
dengan inti hanya memiliki ruang untuk dua elektron.
Gambar 1. Model Atom Bohr
Niels bohr mengusulkan pada
penemuannya bahwa electron berputar disekitar inti dalam orbit tertentu dan
orbit ini dikaitkan dengan energy tertentu atau disebut kulit atom atau tingkat
energi. Orbit atau kulit ini diwakili oleh huruf K (2 elektron),L (8 elektron),
M(18 elektron), dan N(32 elektron) atau dengan angka 1,2,3,4,.. jumlah maksimum
electron yang dapat ditampung pada orbit tertentu adalah 2n2
dengan n jumlah
orbit. Yang diusulkan model ini bahwa jumlah maksimum electron yang dapat
ditampung tingkat terluar adalah 8. Dan orbit yang dekat dengan nucleus
memiliki energy minimum dan orbit terjauh memiliki energy maksimum. Electron
bohr dapat memancarkan energy ke keadaan semula atau tingkat energy berikutnya.
Pada model atom bohr untuk hydrogen ini terdapat suatu
cahaya spektrum, dimana spektrum ini tergantung energy level n yaitu n= 1, n=2, n=3, n=4 dan
seterusnya. Ketika electron ini memiliki trasnsisi yang lebih tinggi ke yang
lebih rendah terbentuklah series spketrum hydrogen. Untuk panjang gelombang
yang dipancarkan setiap perbedaan energy level ini memenuhi persamaan Rydber sebagai
berikut :
1/λ = R (1/n2-1/n22)
Dimana,
R = Konstanta ryberg (1,097x107 m-1)
n1 = Bilangan kuantum yang lebih tinggi
n2 = Bilangan kuantum yang lebih rendah
Bergantung pada nilai n1 spektrom hydrogen ini
memiliki deret tertentu. Ketika n1 = 1, n2 = 2,3,4, ….. deret ini disebut
dengan deret lyman
n2 = 2, n2 = 3,4,5, ….. deret ini disebut dengan deret
Balmer
n2 = 4, n2 = 4,5,6, …. .deret ini disebut dengan deret
Paschen
n2 = 4, n2 = 5,6,7, ..… deret ini disebut dengan deret
Bracket
n2 = 5, n2 = 6,7,8 …... deret ini disebut dengan deret
Pfunt
Tingkat
Energi dari atom Hidrogen
Bohr berhasil menurunkan persamaan
tingkat energi dari atom hidrogen pada tahun 1913 dengan memperkenalkan suatu
ide baru dalam sistem fisis dari sebuah elektron yang bergerak di sekitar
proton pada jarak yang konstan dengan radius r. Gerak memutari dari sebuah
elektron dengan kecepatan v di sekitar sebuah proton dengan radius r memberikan
persamaan berikut yang menghubungkan gaya listrik dari hukum Coulomb dan gaya
sentripetal dari gerak memutar.
(Persamaan1)
Di sini, bagian sisi kiri dari persamaan di atas adalah gaya
Coulomb dan bagian sisi kanan adalah gaya sentripetal. Secara umum, gaya sama
dengan (masa) x (percepatan), berdasarkan hukum Newton tentang gerak. Dalam
kasus ini, masa adalah masa elektron m, dan gaya sentripetal adalah v2/
r . Bohr mengasumsikan sebuah kondisi kuantum yang meminta sebuah produk
operasi antara momentum (masa, m x kecepatan, v) dengan keliling lingkaran
(2πr) sebagai perkalian konstanta Planck, h dengan bilangan bulat.
Jika kondisi ini tidak dipenuhi, sistem tidak akan dapat berada pada kondisi yang stabil. Dari persamaan (1) dan (2), radius dari orbit lingkaran dalam keadaan stasioner diturunkan sebagai berikut,
Energi total electron atom hydrogen.
En didapatkan dari distribusi nilai r kedalam rumus.
Model atom bohr untuk atom berelektrom tunggal
Dikarenakan pada model ini ditemukan hanya ada elektron
tunggal pada atom maka memiliki kemungkinan muatan dari electron inti dapat
lebih besar dari muatan satuan. Muatan inti berkaitan dengan gaya electrostatic
(coloumb) yang mana muatan suatu inti dapat di temukan dari rumus sebagai
berikut.
Contoh dari atom bermuatan tunggal yaitu He+ dan Li2+
jika dihitung nilai muatan dari setiap kulih dapat ditemukan
grafik yaitu
Dari grafik diatas dapat di simpulkan bahwa tingkat energi terkuantisasi dengan tingkatan kulit yaitu berbanding lurus. Yang mana semakin luar suatu electron maka energi terkuantisasiny semakin besar pula.
Niels bohr dalam penelitiannya
atom tetap terdapat kekurangan yaitu sebagai berikut :
1. 1. Bohr
hanya dapat menjelaskan spektrum gas hidrogen, tidak dapat menjelaskan spectrum dari unsur
yang jumlah elektronnya lebih dari satu.
2. 2. Tidak
dapat menjelaskan adanya garis-garis halus pada spectrum gas hydrogen.
3. 3. Menurut Bohr lintas edar suatu elektron
dalam atom berupa lingkaran. Tetapi hal ini dipatahkan oleh Sommerfeld, bahwa
lintasan edar elektron dalam atom berupa
elips.
DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P., and J. de Paula.2001.Physical Chemistry. New York, NY: W.H. Freeman and Company
Effendy.
2017. Molekul, Struktur,dan Sifat-Sifatnya. Malang: Indonesian Academic
Publishing.
Gribbin, Jhon. 2005. Fisika Modern.Jakarta: Erlangga
Kragh,Helge.
2012. The Bohr Mode of Atonomic Structure 1913-1925. United Kingdom: Oxford
University Press.
Onho, Koichi.2004. Buku Teks Online Kimia Kuantum.
Tokyo: Iwanami Shoten
Dari grafik diatas dapat di
simpulkan bahwa tingkat energi terkuantisasi
dengan tingkatan kulit yaitu berbanding lurus. Yang mana semakin luar
suatu electron maka energi terkuantisasiny semakin besar pula.
Niels bohr dalam penelitiannya
atom tetap terdapat kekurangan yaitu sebagai berikut :s
1.
Bohr
hanya dapat menjelaskan spektrum gas hidrogen, tidak dapat menjelaskan spectrum dari unsur
yang jumlah elektronnya lebih dari satu.
2.
Tidak
dapat menjelaskan adanya garis-garis halus pada spectrum gas hydrogen.
3.
Menurut Bohr lintas edar suatu elektron
dalam atom berupa lingkaran. Tetapi hal ini dipatahkan oleh Sommerfeld, bahwa
lintasan edar elektron dalam atom berupa
elips.
DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P.,
and J. de Paula. Physical Chemistry. New York, NY: W.H. Freeman and Company,
2001
Effendy.
2017. Molekul, Struktur,dan Sifat-Sifatnya. Malang: Indonesian Academic
Publishing.
Gribbin, Jhon. 2005. Fisika Modern.Jakarta: Erlangga
Kragh,Helge.
2012. The Bohr Mode of Atonomic Structure 1913-1925. United Kingdom: Oxford
University Press.
Onho, Koichi.2004. Buku Teks Online Kimia Kuantum.
Tokyo: Iwanami Shoten
Komentar
Posting Komentar