Model Atom Mekanika Gelombang

 

Model Atom Mekanika Gelombang

 

            Pada awalnya teori atom menurut bohr elektron beredar mengilingi inti suatu orbit berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu. Hal ini tidak sesuai dengan fakta bahwa gerekan elektron menyerupai gelombang. Selanjutnya, model atom terus berkembang hingga muncul teori mekanika kuantum yang didalamnya menjelaskan mengenai gagasan berhubungan dengan orbital. Ahli yang pertama kali mengembangkan teori ini adalah louis de broglie

            Louis De Broglie meniliti keberadaan gelombang melalui eksperimen difraksi berkas elektron. Dari hasil percobaannya muncul suatau gagasan”Materi mempunyai sifat gelombang di samping partikel”,yang dikenal dengan prinsip dualitas. Sifat partikel dan gelombang suatu materi tidak tampak sekaligus, sifat yang tampak jelas tergantung pada perbandingan panjang gelombang Broglie dengan dimensinya serta dimensi sesuatu yang berinteraksi dengannya. Partikel yang bergerak memiliki sifat gelombang. Fakta yang mendukung teori ini adalah petir dan kilat. Saat kita mendengar bunyi petir dan melihat kilat, kilat lebih dulu terjadi sebelum petir. Dimana kilat menunjukkan sifat gelombang berbentuk cahaya, sedangkan petir menunjukkan sifat partikel berbentuk suara. Hipotesis De Broglie dibuktikan oleh C. Davidson an LH Giermer (Amerika Serikat) dan GP Thomas (Inggris). Prinsip dualitas inilah yang menjadi titik pangkal berekembangnya mekanika kuantum oleh Erwin Schordinger.

                          

                          Gambar 1.1 Model Atom Bohr. https://www.pngwing.com/id/free-png-yrnra diakses pada                                                                 tanggal 2 Oktober 2022                                                    

Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrödinger (1926). Sebelum ahli Jerman Erwin Schrödinger, Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal sebagai Prinsip ketidakpastian, yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.

Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk orbital dan tingkat energi dirumuskan oleh Erwin Schrödinger. Erwin Schrödinger memecahkan persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang dan menjelaskan batas kemampuan mendeteksi elektron dalam tiga dimensi. Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini.

Model atom mekanika kuantum merupakan model atom yang paling modern. Atom terdiri dari inti atom bermuatan positif dan awan-awan elektron yang mengelilinginya. Daerah kebolehjadian ditemukannya elektron dinamakan orbital. Di sekitar ini dikelilingi oleh awan-awan elektron yang menunjukkan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Apabila pada orbital-orbital memiliki tingkat energi yang sama atau hampir sama maka akan membentuk sub-kulit. Sedangkan, kumpulan beberapa sub-kulit akan membentuk kulit. Dengan demikian, kulit terdiri dari beberapa sub-kulit, dan sub-kulit terdiri dari beberapa orbital. Menurut teori ini, ada empat jenis orbital, yaitu s, p, d, f.

                                          Gambar 1.2 Model Atom Mekanika Gelombang. https://www.zenius.net/blog/kupas-tuntas- materi-mekanika-kuantum diakses pada tanggal 2 Oktober 2022


Erwin Schordinger memecahkan suatau persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi  




Pada model atom mekanika gelombang juga memiliki ciri khas tersendiri yakni:

1.Pergerakan elektron pada model atom mekanika gelombang ini memiliki sifar gelombang, sehingga lintasannya(orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuktiga dimensi dari kebolehjadian paling besar ditemukannya elektrondengan keadaan tertentu dalam suatu atom)

2. Bentuk dan ukuran orbital dipengaruhi oleh ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)

3. Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi boleh jadi merupakan peluang terbesar ditemukannya electron

Teori dan model atom mekanika kuantum saat ini yang ditemukan oleh Erwin Schrodinger dapat melengkapi beberapa kelemahan teori atom Bohr dan membuka pengetahuan baru tentang struktur atom dan pergerakan elektron dalam atom. Model atom mekanika kuantum merupakan model atom yang paling modern dan merupakan perkembangan atau memperbaiki dari teori-teori model atom sebelumnya, tetapi model atom mekanika kuantum juga memiliki kelebihan dan kekurngan.

Kelebihan mekanika kuantum atom yang pertama adalah mekanika kuantum atom dapat menjelaskan letak peluang menemukan electron. Kedua, mekanika kuantum atom dapat menjelaskan letak elektron dalam suatu orbital. Ketiga, atom mekanika kuantum dapat mengukur transfer dan emisi energi eksitasi. Keempat, atom mekanika kuantum dapat mendeteksi proton dan neutron dalam nukleus saat elektron berada di orbit .

Sedangkan kekurangan dari atom mekanika kuantum yang pertama adalah persamaan tersebut hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak serta atom yang memiliki elektron tunggal. Kedua, dari atom mekanika kuantum adalah sulit untuk diterapkan dalam sistem makroskopis dengan kumpulan atom, seperti contohnya adalah hewan.

 Kelompok 8

Nama Anggota:

1. Ika Devi Intan Sari                          (210603110068)

2. Zuleima Fauzia Muchlis                   (210603110076)

3. Muzayada Mufila                            (210603110077)

4. Roshinta Fitrianda Pangestu             (210603110095)

 

Daftar Pustaka

Copeland, Roger. Makalah Model Atom Mekanika Kuantum. https://id.scribd.com/doc/203560905/Makalah-Model-Atom-Mekanika-Gelombang diakses pada tanggal 1 Oktober 2022

Myranthika, F. O. 2020. Modul pembelajaran Kimia SMA kelas X: perkembangan model Atom.

Lestari, C., & Mariati, M. 2016. PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATERI STRUKTUR ATOM MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH. Serambi PTK, 3(2).

Sudiarta, I. W. 2019. Mekanika Kuantum. CV. Garuda Ilmu.

Siregar, R. E., & Kuliah, D. 2004. Mekanika Kuantum Molekul. Fisika Unpad. 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EFEK COMPTON

EFEK FOTOLISTRIK