ENTALPI

 

Nama Kelompok :

1.    Amira Salwa Bahira                (210603110066)

2.    Muzayada Mufila                     (210603110077)

3.    Miftakhul Firdaus Pratiwi      (210603110094)

 

 

Entalpi


  Assalamualikum , halo sobat kimia. Di tulisan kali ini kelompok kami aku membahas tentang pengertian entalpi itu sendiri, jenis-jenis entalpi dan penentuan harga perubahan entalpi. Untuk lebih jelasnya bisa klik link video dibawah 👇🏻

 https://youtu.be/Tc1RfMx5EUU

Menurut teori kinetika, pada suhu di atas 00C (>-2730), setiap materi baik dalam wujud gas, cair atau padatan, memiliki partikel-partikel yang selalu bergerak secara acak dan saling bertumbukan dengan total gaya yang saling meniadakan. Karena memiliki ukuran sangat kecil, maka kita tidak dapat mengamati pergerakan partikel itu. Misalnya pada reaksi pembakaran karbon tidak mungkin hanya menghasilkan gas CO saja tanpa disertai terbentuknya gas CO2. Jadi, bila dilakukan pengukuran perubahan entalpi dari reaksi tersebut; yang terukur tidak hanya reaksi pembentukan gas CO saja tetapi juga perubahan entalpi dari reaksi pembentukan gas CO2.

      Di dalam atom terdapat elektron yang bermuatan negatif dan proton yang bermuatan positif., terjadi gaya tarik menarik antarpartikel yang bermuatan berlawanan dan gaya tolak menolak antarpartikel yang bermuatan sama. Pergerakan partikel-partikel dan gaya tolak/tarik antarpartikel tersebut, menunjukkan adanya energi dalam materi. Jumlah total energi atau kalor yang terkandung dalam suatu materi disebut entalpi, yang diberi symbol H. Entalpi suatu zat tidak berubah (tetap) selama tidak ada energi yang masuk atau ke luar. Entalpi suatu zat tidak bisa diukur, tetapi hanya perubahan entalpinya yang bisa diukur. Suatu zat mengalami perubahan entalpi jika mengalami reaksi kimia atau perubahan fisika. Perubahan entalpi diberi notasi ΔH. ΔH menyatakan kalor yang diterima atau dilepas, berupa penambahan atau pengurangan energi suatu zat dalam suatu proses perubahan materi.

            Secara matematis, entalpi dapat dirumuskan sebagai berikut

           

H = U + pV

Keterangan :

            H = entalpi sistem (joule)

            U = energi internal (joule)

            P = tekanan dari sistem (Pa)

            V = volume sistem (m^3)

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa : “ perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal ( zat-zat pereaksi ) dan keadaan akhir ( zat-zat hasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung pada jalannya reaksi.” Menurut hukum Hess, karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahan entalpi dari suatu reaksi kimia adalah sama, walaupun langkah-langkah yang digunakan untuk memperoleh produk berbeda. Dengan kata lain, hanya keadaan awal dan akhir yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi, bukan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya. Jika suatu reaksi berlangsung dalam dua tahap atau lebih, maka perubahan entalpi reaksi tersebut sama dengan jumlah perubahan entalpi dari semua tahapannya. Secara matematis pernyataan ini dapat dituliskan, ΔHreaksi = ΔH1 + ΔH2 +….  

Rumus : ΔH = Hh – Hr

 

Keterangan :    ΔH : perubahan entalpi

Hh : entalpi hasil reaksi

Hr : entalpi zat reaktan.

 

Reaksi Ekstoterm dan Reaksi Endoterm

1.     Reaksi Ekstoterm adalah reaksi yang pada saat berlangsung disertai pelepasan panas atau kalor. Panas reaksi ditulis dengan tanda negatif.

Contoh : N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g) - 26,78 Kkal

2.     Reaksi Endoterm adalah reaksi yang pada saat berlangsung membutuhkan panas. Panas reaksi ditulis de ngan tanda positif

Contoh : 2NH3 N2 (g) + 3H2 (g) + 26,78 Kkal

 

Jenis–jenis perubahan entalpi standar Jenis–jenis entalpi reaksi yang akan dibahas adalah

a) Entalpi pembentukan standar (ΔHºF)

Entalpi pembentukan standar adalah perubahan entalpi yang terjadi ketika 1 mol suatu senyawa terbentuk dari keadaan unsur-unsur standarnya.

Contoh : Entalpi pembentukan gas CO (g) adalah -393,5 kJ/mol.

Persamaan termokimianya adalah :

C(S) + O (g) → CO (g) (ΔHºF) = -393,5 Kj

b) Entalpi penguraian standar (ΔHºd)

Entalpi penguraian standar adalah perubahan entalpi yang terjadi ketika 1 mol suatu zat dipecah menjadi keadaan standarnya.

Contoh : Entalpi penguraian gas NO adalah -90,4 kJ/mol.

Persamaan termokimianya adalah : NO(g) → 1/2N₂(g) + 1/2O₂(g)  ΔHºd = -90,4 kJ

c) Entalpi pembakaran standar (ΔHºc)

Perubahan entalpi yang terjadi ketika satu mol unsur atau senyawa terbakar sempurna dikenal sebagai entalpi pembakaran standar.

Contoh : Entalpi pembakaran gas CH adalah -802 kJ/mol.

Persamaan termokimianya adalah : CH (g) + 2 O(g) → CO(g) + 2HO(g) ΔHºc= -802 kJ

d) Entalpi penguapan standar (∆Hºuap)

Ketika cairan murni pada tekanan 1 bar menguap menjadi gas pada tekanan 1 bar, perubahan entalpi per mol dikenal sebagai perubahan entalpi penguapan standar.

Contoh : Perubahan entalpi yang menyertai penguapan air.

H₂O(l) → H₂O(g)                     ∆Hºuap (373K) = +40,66 kJmol⁻¹

e) Entalpi peleburan standar (∆Hºuap)

Perubahan entalpi peleburan standar adalah perubahan entalpi per mol jika padatan murni pada tekanan 1 bar mencair menjadi cair pada tekanan 1 bar.

Contoh : Perubahan entalpi yang menyertai es pada tekanan 1 bar meleleh menjadi air cair pada tekanan 1 bar.

H₂O(s) → H₂O(l)                    ∆Hºfus (273K)= +6,01 kJmol⁻¹

 

 

f) Entalpi sublimasi standar (∆Hºsub)

Perubahan entalpi sublimasi standar adalah perubahan entalpi per mol jika padatan menguap pada tekanan 1 bar.

Contoh : Perubahan entalpi yang menyertai sublimasi grafit.

C(S, grafit) → C(g)                     ∆Hºsub = +716,68 kJmol⁻¹

Ada beberapa senyawa yang menyublim melalui beberapa tahap, tetapi besarnya perubahan entalpi suatu proses tidak bergantung pada berapa tahap reaksi itu berlangsung. Sebagai ilustrasi dapat diperhatikan proses berikut:

N(S) → N(g)                           ∆Hºsub (T)

Tahap reaksi yang menyertai proses penyubliman (𝑆) adalah:

N(S) → N(l) ∆Hºfus (T)

N(l) → N(g) ∆Hºuap (T)

Reaksi secara keseluruhan

N(S) → N(g) ∆Hºsub (T) = ∆Hºfus (T) + ∆Hºuap (T)

 g) Entalpi pelarutan standar (∆Hºsol)

Perubahan entalpi yang menyertai proses pelarutan zat di dalam senjumlah tertentu pelarut.

Contoh : Perubahan entalpi pelarutan standar dari HCl,

HCl(g) → HCl(aq)                  ∆Hºsol= −75,14 kJmol⁻¹

h) Entalpi pengionan standar (∆Hº𝑖)

Perubahan entalpi pengionan standar adalah perubahan entalpi yang menyertai proses penghilangan satu elektron. Perubahan entalpi pengionan standar elektron pertama (∆Hº𝑖) lebih rendah dibandingkan perubahan entalpi pengionan standar elektron kedua (∆Hº𝑖₂) atau selebihnya.

Z(g) → Z(g) + e(g)                ∆Hº𝑖

i) Entalpi perolehan elektron/afinitas elektron standar (∆Hº𝑒𝑎)

Perubahan entalpi yang terjadi ketika elektron berikatan dengan atom, ion, atau molekul dalam fase gas dikenal sebagai perubahan entalpi afinitas elektron standar. Perubahan entalpi ionisasi standar adalah kebalikan dari perubahan entalpi afinitas elektron standar.

Z(g) + e(g) → Z⁻(g)                ∆Hº𝑒𝑎 = −∆Hºi

 

j) Entalpi pengatoman standar (∆Hº𝑎)

Perubahan entalpi pengatoman standar adalah perubahan entalpi yang menyertai pemisahan semua atom dalam suatu zat dapat berupa unsur atau senyawa.

Contoh : Perubahan entalpi pengatoman standar

Na(S) → Na(g)                       ∆Hº𝑎 = ∆Hºsub = +107 kJmol⁻¹

k) Entalpi hidrogenasi standar

Perubahan entalpi hidrogenasi standar adalah perubahan entalpi yang menyertai reaksi hidrogenasi 1 mol senyawa organik tidak jenuh.

H₂C = CH₂(g) + H₂(g) → H₃C − CH₃(g)        ∆Hºh = −137 kJmol⁻¹

l) Entalpi kisi standar (∆HºL)

Perubahan entalpi kisi adalah perubahan entalpi standar yang menyertai pembentukan ion-ion gas dari padatan kristalnya.

MxLy(S) → M⁺ʸ(g) + L⁻ˣ(g)                           ∆HºL

Penentuan Perubahan Enthalpi

            Penentuan perubahan entalpi dilakukan dengan cara mengamati perubahan temperatur yang mengikuti proses sistem yang terjadi pada tekanan tetap. Adapun cara untuk menentukan perubahan entalpi dapat digunakan kalorimeter. Kalorimeter adiabatik berfungsi menentukan perubahan entalpi reaksi pembakaran. Kalorimeter bom digunakan untuk menentukan perubahan entalp yaitu dengan mengubah nilai perubahan energi dalam menjadi perubahan entalpi.

1. Penentuan harga perubahan entalpi menggunakan kalorimeter

Kalorimeter merupakan suatu alat yang dapat mengukur jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan oleh sistem. Nilai ΔH reaksi yang terdapat pada tabel–tabel pada umumnya merupakan nilai yang diperoleh dari pengukuran menggunakan kalorimetris. Data yang diperlukan untuk menghitung kalor yang diserap atau yang dikeluarkan oleh sistem reaksi adalah

a) Perubahan temperatur sebelum dan sesudah reaksi (ΔT= ta x tm),

    dimana ta = temperatur akhir dan Tm = temperatur mula - mula

b) Massa total larutan (m)

c) Kalor jenis larutan (c)

Jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan dirumuskan sebagai berikut : Q = m. c. Δt     Keterangan :

Q = Kalor yang diserap atau dilepaskan (J)

M = Massa larutan (gram)

Δt = Perubahan temperatur (K)

C = Kalor jenis larutan (J/gram K)

2. Penentuan harga perubahan entalpi berdasarkan Hukum Hess

Hukum Hess diciptakan oleh Henri Germain Hess pada tahun 1840 yang berbunyi: "Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi melainkan ditentukan oleh keadaan awal dan akhir."

Dengan demikian, Hukum Hess menjelaskan bahwa: “setiap reaksi

memiliki harga yang sama tidak mengalami perubahan, dan harga itu tidak tergantung pada jumlah atau seberapa banyak tahapan reaksi.

Reaksi karbon dan oksigen membentuk CO2 dapat berlangsung 1 tahap dan 2 tahap, dengan harga yang sama.

 

1 tahap : C (s) + O2 (g) → CO2(g); H = x kJ

2 tahap : C (s) + ½ 02(g) → CO (g); H = y kJ

                 CO(g) + ½ O2 (g) → CO2(g); H = z kJ

                  ----------------------------------------------------------------- +

C (s) + O2 (g) → CO2(g);   H = y + z kJ

berdasarkan Hukum Hess : x = y + z

Catatan: Hukum Hess sangat berguna untuk menghitung harga ΔH suatu reaksi berdasarkan beberapa reaksi lain yang ΔH -nya sudah diketahui.

3. Penentuan Perubahan Entalpi Berdasarkan Hukum Lavoisier-Laplace

Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsur unsurya sama dengan jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya

Pengertian dari bunyi Hukum Lavoisier-Laplace diatas adalah apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga dibalik dari positif ke negatif dan seterusnya.

4. Penentuan Perubahan Entalpi Reaksi Menggunakan Data Entalpi Pembentukan Standar

     Perubahan entalpi yang menyertai reaksi pembentukan satu mol senyawa dari unsur-unsurnya dalam keadaan referensinya atau yang disebut dengan dengan Entalpi pembentukan standar (∆Hf θ ). Sedangkan, keadaan referesni merupakan keadaan paling stabil dalam temperatur tertentu dan tekanan 1 bar. Perubahan entalpi pembentukan standar suatu senyawa umumnya ditentukan pada temperatur 298K. Perubahan entalpi pembentukan standar hanya dimiliki oleh senyawa, maka perubahan entalpi pembentukan standar untuk unsur adalah nol. Misalnya entalpi pembentukan standar bagi H2O dan Fe2O3

H2(g)+ 1 2 O2(g) → H2O(l)              ∆H298 θ = − 285,8 kJ

2 Fe(s) + 3 2 O2 (g) → Fe2O3 (s)                  ∆H298 θ = − 824,3 kJ

Dapat disimpulkan perubahan entalpi standar pembentukan H2O dan Fe2O3 berturut-turut ∆Hf θH2O(l) = − 285,8 kJmol-1 dan ∆Hf θ Fe2O3 (s)= − 824,3 kJmol-1 .

 Prinsip perhitungan perubahan entalpi reaksi sembarang berdasarkan perubahan entalpi pembentukan standar adalah sebagai berikut:

A + β B → γ C + δ D ∆H θ =…?

Dengan , β, γ, dan δ adalah koefisien reaksi dan ∆Hf θA, ∆Hf θ B, ∆Hf θC dan ∆Hf θD adalah perubahan entalpi pembentukan standar senyawa A, B, C dan D, selanjutnya perubahan entalpi reaksi sembarang ∆H θ dapat dinyatakan:

∆H θ = ∑∆Hf θ hasil reaksi − ∑∆Hf θ pereaksi

5. Penentuan Perubahan Entalpi Reaksi Menggunakan Data Energi Ikatan

            Penentuan perubahan entalpi reaksi menggunakan data energi ikatan ini hanya dapat digunakan pada reaksi antara zat-zat berfase gas dengan ikatan kovalen. Dengan memperhatikan bahwa (a) semua  ikatan dari suatau jenis tertentu, contohnya C-H dalam senyawa CH4 adalah setara dan identik (b) Nilai energi ikatan dari jenis tertentu adalah sama. Tidak tergantuk pada jenis senyawa dimana ikatan itu berada.

Terdapat dua jenis energi ikatan yaitu:

1. Energi disosiasi ikatan ∆H θ (A − B) merupakan entalpi reaksi standar untuk proses pemutusan ikatan A-B dalam senyawa AB berfase gas.

A − B(g) → A(g)+ B(g) ∆H               (A − B)

A dan B dapat berupa atom atau kumpulan atom, misalnya:

H − Cl(g) → H(g)+ Cl(g)                               ∆H(H − Cl) = + 431 kJmol-1

H3COH(g)→ CH3(g)+OH(g)                        ∆H θ (H3C − OH)= +380 kJmol-1

2. Energi ikatan rata B (A–B) adalah nilai energi disosiasi ikatan dari ikatan A–B yang dirata-ratakan dari satu sisi senyawa serumpun. Contohnya nilai energi ikatan C–H dihitung dari senyawa CH4, H3COH, H3CCOOH dan senyawa serumpun lainnya, εC-H = 414,2 kJ mol-1

Selanjutnya penentuan entalpi reaksi sembarang berdasarkan data energi ikatan dapat dinyatakan:

A + β B → γ C + δ D ∆H θ =…?

 ∆H θ = ∑Total energi ikatan pereaksi − ∑Total energi ikatan hasil reaksi

Contoh Soal

1.     Diketahui data energi desosiasi gas Cl₂, energi sublimasi natrium, energi ionisasi natrium, energi afinitas elektron klorium dan energi pembentukan standar natrium klorida berturut-turut adalah +243,36 kJ mol-1, +107,32 kJ mol-1, +498,3 kJ mol-1, −351,2 kJ mol-1, dan −411,15kJ mol-1, hitung energi kisi natrium klorida (NaCl(s)) pada temperatur 298 K.

Jawab :

Diketahui

Na(s) → Na(g)                                                            ∆Hºsub = +107,32 kJ mol⁻¹

1/2Cl(g) → Cl(g)                                                         ∆ºH Cl−Cl = +243,36 kJ mol⁻¹

Na(g) → Na⁺(g) + e(g)                                               ∆HºIE = +498,3 kJ mol⁻¹

Cl(g) + e(g) → Cl⁻(g)                                                 ∆HºEA = −351,2 kJ mol⁻¹

Na(S) + 1/2 Cl(g) → NaCl(s)                                       ∆Hºf = −411,15 kJ mol⁻¹ (dibalik)

Ditanya

NaCl(s) → Na⁺(g) + Cl⁻(g)                                         ∆HºL = ?

            Jawab

Menggunakan Daur Born Haber

∆HºL+ ∆Hºf = ∆Hºsub + 1/2∆HºCl−Cl + ∆Hº IE + ∆HºEA

∆HºL + (−411,15) = (+107,32) + 1/2(+243,36) + (+498,3) + (−351,2)

∆HºL = (+107,32) + 1/2(+243,36) + (+498,3) + (−351,2) − (−411,15)

                      = +787,2 kJ 𝑚𝑜𝑙⁻¹

Jadi energi kisi NaCl(s) adalah +787,2 kJ mol⁻¹

2. Diketahui data reaksi pembakaran karbon dan karbon mono oksida:

C + O2 → CO2                       ∆H= − 393,5 kJ

CO + 1 2 O2 → CO2             ∆H= − 283,0 kJ

Hitunglah perubahan entalpi reaksi pembakaran karbon menjadi karbon monooksida.

Jawaban:

C + O2 → CO2                       ∆H = − 393,5 kJ

C𝑂2 → CO + 1 2 𝑂2              ∆H = + 283,0 kJ

C + 1/2 O2 → CO                   ∆H = − 110,5 kJ

3. Diketahui data entalpi pembentukan standar berikut :

C3H8(g) = - 104 kJ/mol

 CO2(g)= -394 kJ/mol

H2O(g)= -242 kJ/mol

Harga AH reaksi = C3H8(g) + 502(g) → 3CO2(g) + 4H2O(g) adalah ... kJ.

Jawab :

ΔH = ΔHproduk - ΔHreaktan

ΔH = Ka - Kl

ΔH = [(3 x -349) + (4 x - 242)] - [(-104)+ (0)

ΔH = -2.150 + 104

ΔH = -2.046 Kj

 

Daftar Pustaka

Kilo, Akram La (2018). Kimia Anorganik: Struktur dan Kereaktifan (PDF). Gorontalo: UNG Press.

Nurhadi M. 2021. Gas dan Termodinamika. Malang : Media Nusa Creative.

Suyitno, Sujono, A., dan Dharmanto (2010). Teknologi Biogas: Pembuatan, Operasional, dan Pemanfaatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

EFEK COMPTON