Gas Ideal dan Gas Nyata
Nama
Kelompok
M.Zaid Fathulloh 18630105
Melani Saskya Firanda
Putri 210603110070
Widya Dhana Juniar
Sutanti 210603110081
Gas Nyata dan Gas Ideal
Video penjelasan dapat dilihat melalui link dibawah ini
Gas
merupakan suatu wujud materi dari tiga wujud materi yang kita ketahui. Materi
dapat mengalami perubahan wujud dari padat ke cair atau sebaliknya, cair ke gas
atau sebaliknya, dan gas ke padat atau sebaliknya. Perubahan wujud materi
disebabkan oleh perubahan suhu atau tekanan. Partikel-partikel materi dapat
berupa atom, molekul, atau ion. Partikel selalu bergerak karena memiliki energy
kinetik. Kecepatan gerak partikel tergantung pada suhu dan keadaan fisik zar
(gas, cair, atau padat). Dalam keadaan gas, partikel bergerak secara acak dan
menyebar mengisi seluruh ruangan. Jarak antar partikel gas jauh lebih besar
daripada ukuran partikel sehingga gaya tarik-menarik antar partikel sangat
kecil dan dapat diabaikan. Kecepatan partikel berubah-ubah karena terjadinya
tunbukan antar partikel satu dengan partikel lainnya ataupun partikel dengan
dinding wadah. Namun, kecepatan rata-rata partikel gas pada suhu tertentu
adalah konstan. Selain itu, gas tidak memiliki bentuk dan volume yang tetap,
gas akan selalu mengisi seluruh ruangan.
1. Pengertian Gas Ideal dan Gas Nyata
Gas
ideal adalah gas yang secara sempurna mengikuti hukum-hukum gas. Gas Ideal
merupakan sebuah gas yang terdiri dari partikel-partikel titik yang bergerak
secara acak dan masing-masing partikel tidak melakukan interaksi. Sedangkan gas
Nyata merupakan sebuah gas yang memilki sifat yang menyimpang dari gas ideal
dengan artian kebalikan dari sifat gas ideal. Tapi, gas nyata dapat berperilaku
seperti gas ideal apabila mengikuti hukum-hukum gas ideal dalam tekanan rendah
dan suhu yang tinggi.
2. Sifat-sifat Gas Nyata dan Gas Ideal
Ø Sifat-sifat
gas ideal
a. Jumlah
partikel gas sangat banyak, tetapi tidak ada gaya tarik menarik (interaksi)
antar partikel.
b. Setiap
partikel gas selalu bergerak dengan arah sembarang atau acak.
c. Ukuran
partikel gas dapat diabaikan terhadap ukuran ruangan tempat gas berada.
d. Volume
molekulnya sendiri diabaikan terhadap volume ruang yang ditempatinya.
e. Setiap
tumbukan yang terjadi antarpartikel gas dan dinding bersifat lenting sempurna,
dan bersifat elastis, sehingga setelah partikel bertumbukan sistem tidak
mengalami perubahan energi.
f. Partikel
gas terdistribusi merata di dalam ruangan.
g. Tekanan
disebabkan oleh tumbukan partikel pada dinding tabung.
h. Berlaku
Hukum Newton tentang gerak.
i.
Tidak mengalami kondensasi menjadi bentuk
lain karena tidak ada interaksi antar molekul yang dapat menimbulkan daya tarik
yang cukup untuk memperkecil jarak antarmolekul.
j.
Tidak mengalami viskositas, hal ini
terjadi karena tidak ada interaksi antarmolekul sehingga viskositas di anggap
0.
Ø Sifat-sifat
gas nyata
a. Partikel
gas nyata memiliki volume yang sebenarnya, sehingga tidak dapat diabaikan
seperti pada gas ideal. Hal ini terjadi karena partikel gas nyata memiliki
ukuran dan bentuk yang sebenarnya.
b. Terdapat
gaya tarik menarik antara molekul-molekul gas terutama jika tekanan diperbesar
atau volum diperkecil. Partikel gas nyata saling berinteraksi melalui gaya-gaya
antar molekul, seperti gaya van der Waals. Gaya-gaya ini mempengaruhi perilaku
gas nyata pada tekanan dan suhu tertentu, sehingga gas nyata tidak selalu
mengikuti hukum gas ideal.
c. Gas
nyata dapat mengalami kondensasi menjadi bentuk cairan atau padat ketika suhu
dan tekanan mereka diubah. Kondensasi dapat terjadi pada gas ketika mereka
didinginkan atau ketika tekanannya ditingkatkan.
d. Gas
nyata memiliki viskositas, artinya mereka memiliki hambatan internal terhadap
aliran. Viskositas gas meningkat dengan meningkatnya tekanan dan suhu.
3. Hukum-Hukum Gas
Hubungan
antara tekanan, temperatur dan volume pada gas telah dibuktikan sedemikian rupa
dalam beberapa hukum gas. Hukum-hukum gas ini memungkinkan kita untuk
menentukan bagaimana pengaruh yang disebabkan oleh perubahan salah satu faktor terhadap
faktor lainnya.
a.
Hukum Boyle
Percobaan
ini dilakukan dengan memasukkan sejumlah gas tertentu ke dalam sebuah wadah
tertutup.Sampai pendekatan yang cukup baik, Ia menemukan bahwa apabila suhu
gasdijaga konstan, maka ketika tekanan gas bertambah, volume gas berkurang.
Demikian juga sebaliknya ketika tekanan gas berkurang, volume gas bertambah. Tekanan
gas berbanding terbalik dengan volume gas. Hubungan ini dikenaldengan julukan
Hukum Boyle.
![]()
P = V (Massa dan suhu tetap)
b. Hukum
Charles
Menemukan
apabila tekanan gas selalu konstan, maka ketika suhu gas bertambah, volume gas
juga bertambah. Sebaliknya ketika suhugas berkurang, volume gas juga berkurang.
Perubahan volume gas akibat adanya perubahan suhu, terjadi secara teratur
sehingga garis pada grafik ini tampak lurus
![]()
V = T
c. Hukum
Avogadro
Menyatakan
bahwa :
·
Volume yang sama dari gas yang berbeda
pada temperatur dan tekanan yangsama mengandung jumlah molekul yang sama.
·
Jumlah molekul yang sama dari gas yang
berbeda dibandingkan padatemperatur dan tekanan yang sama menempati volume yang
sama
Dengan kata lain:
P
dan T (tetap) V = mol
(proporsional)
d. Hukum
Dalton
Dalton
menyatakan “Bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satusenyawa, maka
perbandingan massa dari unsur yang satu dalam senyawa-senyawa tersebut
merupakan bilangan bulat sederhana jika massa unsur yang lainnya dibuat tetap
pada beberapa senyawa tersebut”.
Total
tekanan campuran gas = total tekanan parsial dari berbagai macam gas yang ada
pada komponen
e. Gay
Lussac
Ketika
tekanan gas bertambah, suhu mutlak gas pun bertambah. Demikian juga sebaliknya
ketika tekanan gas berkurang, suhu mutlak gas pun berkurang. Pada volume
konstan, tekanan gas berbanding lurus dengan suhu mutlak gas.
P = T (Tekanan
berbanding lurus dengan suhu)
4. Persamaan Gas Ideal dan Gas Nyata
a. Gas
Ideal
Gas
ideal adalah suatu gas yang muncul dari imajinasi manusia (dalam kehidupan
sehari-hari tidak pernah ditemukan), meskipun gas ideal merupakan suatu gas
yang diidealkan oleh manusia, secara real gas ideal tidak ditemukan di
permukaan bumi. Untuk memberikan gambaran tentang keadaan gas ideal para ahli
memberikan deskripsi, baik secara makroskopis maupun secara mikroskopis. Secara
makroskopik gas ideal adalah gas yang memenuhi atau tunduk pada persamaan
Boyle-Gay Lussac, dengan persamaan:
PV = nRT
P = Tekanan
V= Volume
R= Konstanta gas (0,082
L.atm/mol atau 8,314 J/Kmol)
n= Jumlah mol gas
T= Suhu
b.
Gas Nyata
Fisikawan
Belanda JohannesDiderik van der Waals (1837-1923) mengusulkan persamaan keadaan
gas nyata,yang dinyatakan sebagai persamaan keadaan van der Waals atau
persamaan vander Waals. Ia memodifikasi persamaan gas ideal dengan cara sebagai
berikut: dengan menambahkan koreksi pada p untuk mengkompensasi interaksi antar
molekul; mengurangi dari suku V yang menjelaskan volume real molekul gas. Persamaan
van der Wals :
Keterangan:
P = Tekanan
V= Volume
R= Konstanta gas (0,082 L.atm/mol atau 8,314 J/Kmol)
n= Jumlah mol gas
T= Suhu
a,b= Konstanta Van Der Waals
Konstanta
Van Der Waals:

5. Perbedaan Gas Ideal dan Gas Nyata
Gas
nyata dan gas ideal memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut
a. Volume:
Partikel gas ideal dianggap sebagai titik dengan volume nol, sedangkan partikel
gas nyata memiliki volume yang sebenarnya.
b. Interaksi
antar partikel: Gas ideal dianggap sebagai partikel yang tidak berinteraksi
satu sama lain, sedangkan partikel gas nyata saling berinteraksi melalui gaya
antar molekul, seperti gaya van der Waals.
c. Hukum
gas ideal: Gas ideal mengikuti hukum gas ideal dengan sempurna, yaitu bahwa
tekanan, volume, dan suhu berbanding lurus. Sedangkan gas nyata dapat mengalami
deviasi dari hukum gas ideal pada tekanan dan suhu tertentu.
d. Kondensasi:
Gas ideal tidak mengalami kondensasi menjadi cairan atau padat karena partikel
gas ideal dianggap sebagai titik tanpa volume. Sedangkan gas nyata dapat
mengalami kondensasi menjadi bentuk cairan atau padat ketika suhu dan tekanan
mereka diubah.
e. Viskositas:
Gas ideal tidak memiliki viskositas karena partikel gas ideal dianggap tidak
berinteraksi satu sama lain. Sedangkan gas nyata memiliki viskositas karena
partikel gas nyata saling berinteraksi melalui gaya antar molekul.
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi gas
nyata mendekati gas ideal
Beberapa
faktor yang dapat membuat gas nyata mendekati sifat-sifat gas ideal antara
lain:
a. Tekanan
rendah dan suhu tinggi: Pada tekanan rendah dan suhu tinggi, gaya tarik
antarmolekul gas menjadi lebih kecil sehingga interaksi antarmolekul yang dapat
mempengaruhi sifat-sifat gas menjadi kecil.
b. Jarak
antarmolekul yang besar: Gas yang memiliki molekul yang cukup jauh-jauh jarak
antarmolekulnya, sehingga interaksi antarmolekul menjadi sangat kecil dan gas
ini dapat mendekati sifat gas ideal.
c. Ukuran
molekul yang kecil: Gas yang memiliki molekul yang sangat kecil cenderung lebih
mendekati sifat gas ideal karena gaya tarik antarmolekul menjadi lebih kecil.
7. Contoh Soal Gas Ideal dan Gas Nyata
Contoh 4.1
Sejumlah
gas ideal memiliki volume 5,6 L pada temperatur 25oC dan tekanan 5 atm, memuai
hingga volumenya menjadi 11,2 L. Bila temperatur akhir menjadi 40oC, berapa
(atm) tekanan akhir gas tersebut?
Jawab:
![]() |
Pada
proses ini hanya jumlah gas yang tetap, dengan menggunakan persamaan:
![]()
![]()
Contoh 4.2
Sejumlah
gas di ekspansi dari tekanan 750 torr menjadi 250 torr pada temperature tetap.
Bila volume mula-mula adalah 10dm3, hitung volume akhir
Jawab:
Dengan
menggunakan persamaan p1v1= p2v2,
maka:

![]()
Contoh 4.3
Hitung
tekanan yang dihasilkan oleh 2 dm3 mol-1 etana pada 27◦c
bila mengikuti persamaan van der Waals, a= 5,489 dm6 atm mol-2,
b= 0,0638 dm3 mol-1. Bandingkan harganya bila gas adalah
ideal.
Jawab:
![]()
![]()
=![]()
Dari
persamaan gas ideal
![]()
![]()
Contoh 4.4
Bila
4 g O2 dan 10 g N2 pada 27◦c dimasukkan dalam wadah
bervolume 4L, tentukan: (a) fraksi mol N2 dan O2, (b)
tekanan parsial, (c) tekanan total
Jawab:
![]()
![]()
![]()
Berdasarkan
persamaan gas ideal:
, dengan n= jumlah mol
total, maka tekanna total gas:
![]()
Sehingga,
![]()
![]()
Contoh
4.5
Suatu
sampel 10 mol karbon dioksida dimasukkan dalam wadah 20 dm3 dan
diuapkan pada temperature 47⁰C. Hitung tekanan karbon dioksida sebagai gas
nyata
Jawab:
(P+![]()
(P+![]()
(P+
(19,5733) = 262,4
(P+0,91)
= 13,406 p = 12,496 atm
DAFTAR
PUSTAKA
Abdillah, M. F., Garendi, Y. B., Prahasto, D. H.,
& Amirudin, A. Y. (2020). Makalah Termodinamika Gas Ideal Dan Gas Nyata
(Issue 1502619059).
La Kilo, A. (2018). Kimia Anorganik: Struktur dan
Kereaktifan.

Komentar
Posting Komentar