Konsep Perubahan Kalor Dalam Reaksi Kimia
Kelompok 7 :
1. Titan
Aprilia Fitri Zahrawani (210603110064)
2. Zahra
Nabilah Maulani (210603110075)
3. Wafiq
Auliya Azz’ahroh (210603110086)
Konsep
Perubahan Kalor dalam Reaksi Kimia
Perubahan kalor sering kita jumpai dalam kehidupan
sehari-hari. Pernahkah kalian membakar kayu? Saat proses pembakaran kayu,
kondisi suhu yang terjadi pada kayu yang dibakar dengan lingkungan sekitarnya
sangat berbeda. Perbedaan suhu akan mengakibatkan terjadinya perpindahan energi
dari energi pada benda yang memiliki suhu lebih tinggi menuju energi suatu
benda yang memiliki suhu lebih rendah. Perpindahan energi akan terus
berlangsung hingga tercapainya suhu yang sama antara sistem dan lingkungan.
Pada saat suhu dinaikkan, yang terjadi tidak hanya perubahan energi saja.
Namun, terjadinya perubahan kalor atau panas dapat terjadi.
Hukum I Termodinamika
Segala sesuatu yang berbentuk energi pada dasarnya hanya
dapat diubah dari satu energi membentuk energi yang lain. Seperti saat
berolahraga yang terjadi yaitu energi kimia yang berada dalam tubuh dapat
berubah menjadi energi kinetik yang menyebabkan manusia bergerak. Walaupun
terdapat perubahan energi namun, para ilmuwan menyimpulkan bahwa semua energi
tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan. Oleh sebab itu, muncullah Hukum
Pertama Termodinamika yang bunyinya : “Energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah dari bentuk energi yang satu ke bentuk
energi yang lain.” Ketika terdapat suatu
energi yang hilang maka, akan terbentuk energi baru dengan nilai besar yang
sama tetapi, bentuk energi yang berbeda dari energi yang awal.
Entalpi
Bentuk dari salah satu energi yang
sering ditemukan dalam termodinamika adalah entalpi. Entalpi biasanya merupakan
energi yang dimiliki oleh sistem pada tekanan tetap. Nilai entalpi sendiri
tidak dapat diukur namun dapat diketahui dengan mengukur kalor pada saat reaksi
berlangsung, sedangkan perubahan kalor yang terjadi pada reaksi kimia disebut
perubahan entalpi atau ∆H. pada saat tekanan konstan perubahan entalpi sama
dengan jumlah kalor reaksi yang dilepaskan dan diserap oleh sistem.
Proses isobar adalah proses kimia
berlangsung dalam keadaan tekanan tetap. Semua proses yang dijalankan dengan
tekanan udara, dalam suatu tempat terbuka dapat dianggap sebagai proses
berlangsungnya secara isobar, seperti contoh reaksi reaksi kimia dan juga
proses pencampuran berbagai zat. Mengingat proses isobar memerlukan analisis
khusus. Berbeda dengan kalor pada proses isokhor perubahan energi dalam volume
tetap
(q)v
= (∆U)v
Sedangkan
kalor pada proses isobar tidak sama dengan perubahan energi dalam keadaan tetap
(q)p
≠ (∆U)p
Bedasarkan kapasitas
kalor dengan volume tetap diberikan
Cv
= (∆U/∆T)v
Cv dapat
ditentukan dengan menggunakan perubahan energi dalam suhu dengan tekanan yang
tetap namun sebalikanya dengan Cp tidak dapat ditententukan dengan
menggunakan perubahan harga energi dalam tekanan tetap karena
Cp
≠ (∆U/∆T)p
Sesuai dengan hukum
pertama termodinamika yakni
ᵭq
= dU + pdV
Apabila nilai tekan tetap
dituliskan menjadi
pdV
= d(pV)
Sehingga hukum pertama
dalam proses isobat dapat dituliskan dalam
ᵭq
= dU + d (pV) = d(U + pV)
ungkapan diatas
siasumsikan dengan nilai tekanan tetap namun harga U + pV merupakan suatu
fungsi keadaan. Fungsi keadaan baru disebut dengan entalpi yang biasanya
disimbolkan dengan huruf “H”
H
= U + pV
Sehingga diturunkan
menjadi
dH
= ᵭq + pdV + Vdp
Namun apabila sesuai
dengan hukum pertama termodinamika didapatkan
dU
= ᵭq + ᵭw = ᵭq – pdV
Sehingga entalpi adalah
dH
= ᵭq + Vdp
Reaksi Endoterm dan Reaksi Eksoterm
Bedasarkan
perubahan kalor yang terjadi, reaksi kimia dapat dibedakan menjadi 2 macam
yakni eksotrem dan endoterm. Reaksi eksoterm merupakan reaksi yang terjadi
denan melepas kalor ke lingkungan yang mana mebuat suhu kingkungan menjadi
naik. Pelepasan kalor dalam reaksi kimia menyebabkan penurunan antalpi reaksi.
Entalpi reaktan lebih tinggi daripada entalpi produk sehingga perubahan entanpi
atau ∆H bernilai negatif. Sedangkan pengertian dari reaksi endoterm adalah
reaksi yang terjadiny penyerapan kalor dari lingkungan. Yang mana membuat
lingkungan menjadi dingin. Hal tersebut mempengaruhi nilai entapi. Kalor yang
diserap oleh sistem menaikkan entalpi reaksi. Entalpi pruduk lebih tinggi dari
pada entalpi reaktan sehingga nilai perubahan entalpi atau ∆H bernilai positif.
Adapun contoh-contoh perpindahan kalor yang ada didalam
kehidupan sehari-hari adalah pendingin udara, sirkulasi panas tubuh,
perpindahan kalor dari matahari ke bumi sehingga kita bisa merasakan panasnya
tanpa menyentuh matahari, perpindahan kalor dari api unggu terjadi saat kita
merasakan hangatnya api yang dihasilkan tanpa menyentuhnya, dan juga panas dari
lampu ketika menghangatkan terlur unggas.
Contoh Soal
1.
Ke
dalam kalorimeter direaksikan 25 ml larutan H2SO4
0,5 M dan 25 ml KOH 1 M pada suhu 23,5 0C. Ternyata, temperaturnya
naik menjadi 30,17 0C. Hitunglah perubahan entalpi reaksi yang
terjadi. (Anggaplah bahwa massa jenis larutan 1 g/ml dan kalor jenis larutan
4,2 J/gK)
Pembahasan:
qreaksi = -(qlarutan+qkalorimeter)
Karena kalor kalorimeter diabaikan, maka:
qreaksi = -qlarutan
Massa larutan = ρlarutan×Vtotal=1(25+25)= 50 gram
qlar = mlar×C× T
qlar = 50 gram×4,2 J/gK×6,67K = 1400,7 J 1,4 KJ
mol H2SO4 = 25 ml×0,5 M = 12,5 mmol
mencari mol H2O
H2SO4 +2KOH
à K2SO4+2H2O
m 12,5 25 - -
r 12,5 25 12,5 25
s - - 12,5 25
mol H2O = 25 mmol = 2,5×10-2 mol
maka untuk 1 mol H2O
= -56 KJ/mol
2.
Kedalam
suatu kalorimeter direaksikan 50 cm3 larutan CuSO4 0,1 M
dengan serbuk seng (massa seng diabaikan). Ternyata, termometer menunjukkan
kenaikan suhu 9 0C. Jika kalor jenis larutan dianggap 4,2 J/g℃ dan
massa jenis larutan 1 g/cm3. Tentukan
Pembahasan:
Massa larutan = p×V = 1×50 cm3 = 50 gram
qreaksi = -(qlarutan+qkalorimeter)
Karena kalor kalorimeter diabaikan, maka:
qreaksi = -qlarutan
qreaksi = m.c.
qreaksi = 50×4,2×9 = 1890 J = 1,89 KJ
Mol CuSO4 = 0,05 L×0,1 M = 0.005 mol
3.
Sebanyak 9,6 gram kristal LiOH ditambahkan kedalam
kalorimeter yang berisi 150 gram air. Setelah kristal LiOH larut. Suhu
kalorimeter beserta isinya naik dari 27 0C menjadi 33,5 0C.
Tentukan entalpi pelarutan LiOH dalam air. (kalor jenis larutan = 4,2 J/g0C)
Pembahasan:
qreaksi = -(qlarutan+qkalorimeter)
qreaksi = -(m.c.
qreaksi = -((9,6+150).4,2.(33,5-27)+11,7.(33,5-27))
qreaksi = -4433,13 J
Menentukan mol LiOH
Menentukan
4.
Jika diketahui energi ikatan S-O = 469 KJ/mol, S=O = 323
KJ/mol, dan O=O = 495 KJ/mol. Hitunglah perubahan entalpi dari reaksi berikut :
SO2(g)+1/2O2(g) à SO3(g)
Pembahasan:
Struktur ikatannya adalah:
5.
Jika 200 ml larutan NaOH 0,5 M direaksikan dengan 200 ml
larutan HCL 0,5 M dalam kalorimeter , suhu larutan naik dari 28 0C
menjadi 33 0C. Jika massa jenis larutan = 1 g/ml dan kalor jenis
larutan dianggap sama dengan kalor jenis air yaitu 4,2 J.g-1 0C-1.
Maka hitung
Pembahasan:
Diketahui:
m = (Va+Vb)ρ = (200+200 ml) ×1 g/ml = 400 g
menentukan q reaksi
qr = -(m.c.
menentukan mol H2O
maka mol H2O = 100 mmol = 0,1 mol
Menentukan H
DAFTAR PUSTAKA
Rahayu,
Imam.2006 Termodinamika Azas Dasar dan Terapan Kimia Bandung: ITB-Press.
Rohman,
ijang & Mulyani,Sri.2004 Common Text Book Kimia Fisika I Bandung: Jurusan
Pendidikan Kimia Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia.
Sulni, Erni Yusnita,
Wirta Lili. SMA Negeri 1 Muara Belitie-Modul 2018 Direktorat Pembinaan SMA -
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Komentar
Posting Komentar